Rabu, 20 Oktober 2010

Company Profile Indosat

A. SEJARAH
PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. adalah sebuah perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi internasional di Indonesia. Indosat merupakan perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Satelindo, IM3, StarOne). Saat ini, komposisi kepemilikan saham Indosat adalah: Publik (45,19%), ST Telemedia melalui Indonesia Communications Limited (40,37%), serta Pemerintah Republik Indonesia (14,44%), termasuk saham Seri A. Indosat juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Saham Singapura, serta Bursa Saham New York.
 Indosat didirikan pada tahun 1967, Usia yang paling tua dibanding provider lainnya. Oleh karena itu, Indosat sudah mempunyai pengalaman tersendiri di bidangnya yang membuat Indosat menjadi salah satu raja perusahaan telekomunikasi seluler Indonesia. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan telekomunikasi internasional seperti SLI dan layanan transmisi televisi antarbangsa. PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat. Ia mula beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tahun 1994 Indosat memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan New York Stock Exchange. Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan ia menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosat memegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).
Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat mengakuisisi PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha. Penjualan 41,94% saham Indosat tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Pemerintah RI terus berupaya untuk membeli kembali (buyback) saham Indosat tersebut agar pemerintah menjadi pemegang saham yang mayoritas dan menjadikan kembali Indosat sebagai BUMN, namun hingga kini upaya pemerintah tersebut belum terealisasi akibat banyaknya kendala. Layanan seluler bagi Indosat merupakan jenis layanan yang memberikan penerimaan paling besar, yakni hingga mencapai 75% dari seluruh penerimaan pada tahun 2006. Berdasarkan data tahun 2006, Indosat menguasai 26,9% pasar operator telepon seluler GSM (yakni melalui Mentari dan IM3) dan 3,7% pasar operator CDMA (melalui StarOne).
Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.
Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.
Di tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).
B. PAKET LAYANAN
Solusi yang ditawarkan mencerminkan pemahaman Indosat atas kebutuhan pelanggan serta komitmen dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Mulai dari kemudahan komunikasi telepon, hingga akses internet tanpa batas, tempat dan waktu. Indosat senantiasa berupaya mengembangkan solusi inovatif yang dirancang untuk melebihi ekspektasi para pelanggan. Layanan seluler bagi Indosat merupakan jenis layanan yang memberikan kontribusi paling besar, yakni hingga mencapai 75% dari seluruh penerimaan pada tahun 2008. Berdasarkan data tahun 2009, Indosat menguasai 22,7% pasar operator telepon seluler GSM (yakni melalui Matrix, Mentari dan IM3). Indosat juga memberikan layanan BlackBerry Pascabayar/Prabayar serta layanan Broadband 3.5G untuk akses internet mobile berkecepatan tinggi.

a. Jasa Selular dan Broadband 3.5G

  1. Matrix, kartu pascabayar GSM untuk pengguna eksekutif dan umum        

Matrix

The Freedom to be You
Matrix, GSM pascabayar dengan mobilitas yang semakin tinggi, sambungan lebih cepat, liputan lebih luas dan kualitas sinyal maupun suara yang lebih jernih serta akses 3G/3.5G. Dilengkapi dengan kapasitas SIM card yang lebih besar dan menu browser yang canggih yang akan membawa pelanggan ke dimensi baru Personal Data Communication. Jaringan Matrix yang mencakup lima benua di dunia, memungkinkan Matrix untuk dibawa ke luar negeri dan seluruh wilayah di Indonesia.
  • Kartu GSM pascabayar untuk para profesional dan masyarakat bermobilitas tinggi
  • Memiliki jangkauan jelajah internasional terluas di lebih dari 120 negara di dunia
  • Menyajikan beragam layanan hi-tech bagi pelanggan yang banyak memanfaatkan fitur canggih
  1. Mentari, kartu prabayar GSM untuk pengguna umum

Mentari

Lengkap Melengkapi Hidup
Mentari merupakan kartu prabayar GSM/selular di Indonesia yang dikeluarkan oleh Indosat dan dapat digunakan di seluruh wilayah Indonesia. Mentari bahkan juga dapat dipergunakan saat internasional roaming di banyak negara. Berbagai fasilitas disediakan untuk kemudahan dan kenyamanan berkomunikasi dengan tarif murah. Kartu Mentari mengandung nilai Kepercayaan, Kekeluargaan dan Ekonomis, serta memiliki fitur dan layanan yang lengkap.
  • Kartu GSM prabayar yang ekonomis untuk keluarga
  • Pertama dengan fasilitas bebas roaming nasional
  • Kemudahan fasilitas yang mencakup seluruh wilayah nusantara
  1. IM3, kartu prabayar dan pascabayar GSM untuk pengguna muda-mudi dan umum

IM3

No Limits
  • Kartu GSM Prabayar pilihan generasi muda trendi
  • Menghadirkan berbagai fitur inovatif dengan nilai super hemat
  • Menjadikan Indosat operator pertama yang meluncurkan GPRS, MMS, Video Streaming hingga java games di seluruh Indonesia
  • Kini hadir dengan layanan broadband, layanan paket data dengan kecepatan tinggi hingga 2 Mbps dengan beragam paket pilihan sesuai kebutuhan.
  1. BlackBerry, Layanan selular pasca bayar/pra-bayar dan push-email global

Indosat BlackBerry

The Business is Yours
Layanan akses tiada batas untuk komunikasi bisnis dari Indosat. Didukung dengan jaringan data (GPRS/3G) yang telah digunakan di 50 operator di 30 negara, menjadikan BlackBerry® dari Matrix sebagai salah satu pilihan layanan akses pesan/e-mail pada handset/handphone pelanggan. Indosat merupakan operator pertama di Indonesia yang menggunakan dan menyediakan layanan ini. Dengan dukungan fitur – fitur yang menunjang penuh aktivitas komunikasi pelanggan dalam segala kegiatan, seperti : realtime email, organizer, hingga layanan multimedia. BlackBerry® dari Matrix, menjadikan segala urusan bisnis menjadi lebih mudah teratasi.
  • Pascabayar
  • Prabayar
  • Push-email
  • BES (BlackBerry Enterprise Solution)
  • BIS (BlackBerry Internet Services)
  • BlackBerry on Demand
  1. Indosat 3.5G, Layanan akses internet mobile berkecepatan tinggi

Indosat 3.5G

Speed Gives You More
Indosat 3.5G Broadband, layanan telekomunikasi bergerak nirkabel dengan teknologi 3.5G (GSM/ UMTS/ HSDPA). Aktivitas berinternet seperti e-mail, chatting, downloading, blogging browsing dll semakin leluasa.
  • Teknologi 3.5G (GSM/ UMTS/ HSDPA).
  • Akses internet mobile berkecepatan tinggi
  • Layanan wireless broadband dengan kecepatan akses hingga 21Mbps (HSPA+)
  • Quota based & Unlimited package

b. Jasa Telepon Tetap

  • StarOne (prabayar dan pascabayar), Layanan komunikasi tetap nirkabel dengan tarif pascabayar dan prabayar berbasis teknologi CDMA.
  • IDD 001, Layanan sambungan langsung internasional (SLI) ke seluruh belahan dunia tanpa melalui operator (premium)
  • IDD 008, Layanan sambungan langsung internasional (SLI) ke seluruh belahan dunia tanpa melalui operator (tarif hemat)
  • Indosat Flat Call 01016, Layanan sambungan langsung internasional (SLI) dengan tarif hemat ke semua negara berbasis Voice over Internet Protocol (VoIP)
  • GlobalSave (Layanan VoIP)
  • Indosat Phone (iPhone), layanan telepon tetap domestik dan internasional berbasis kabel untuk komunikasi data, suara dan video dengan kualitas prima

C. Tata Kelola Perusahaan

Penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik ('Good Corporate Governance') merupakan syarat penting bagi tercapainya tujuan Perusahaan. Indosat senantiasa berupaya maksimal untuk menjalankan kegiatan bisnis secara bertanggungjawab agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pemegang saham dan para stakeholder. Terkait dengan hal tersebut, Indosat berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik menuju standar tertinggi. Kegiatan tata kelola perusahaan dilandasi oleh lima prinsip utama yaitu Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Independensi dan Kesetaraan.
Kinerja
Mengacu pada pertumbuhan sepanjang tahun 2006 lalu, memang ada penurunan kinerja pada kuartal III. Itu ditandai turunnya laba bersih. Kondisi itu terlihat dalam laporan keuangan kuartal ketiga 2006, di mana perolehan laba bersih turun, meski pendapatan usahanya naik. Untuk periode yang berakhir 30 September 2006, Indosat membukukan laba bersih sebesar Rp 927,2 miliar. Jumlah ini turun 9 persen dibanding perolehan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 1,018 triliun. Laba usaha juga turun ke posisi Rp 2,446 triliun dari Rp 2,859 triliun pada periode yang sama 2005. Ini disebabkan kenaikan beban usaha sebesar 9 persen menjadi Rp 6,424 triliun.  Sedangkan divisi Sambungan Langsung Internasional (SLI), pendapatan Indosat kuartal II turun sebesar 14,6 persen menjadi Rp 817,2 miliar. Ini disebabkan persaingan pemain telekomunikasi yang semakin ketat pada bidang SLI. Turunnya laba bersih disebabkan oleh kenaikan pendapatan tidak tumbuh secepat biaya yang dikeluarkan untuk ekspansi pasar. Tetapi ke depan Indosat optimistis hasil yang bakal dicapai akan lebih baik, meski masih tetap lebih memfokuskan diri pada pasar dalam negeri. Johnny Swandi Sjam, Direktur Jabotabek & Corporate Sales PT Indosat Tbk bahkan yakin terhadap pasar yang ada saat ini. Menurut dia, walaupun operator pendatang baru berebut masuk pasar, tetap saja nanti pemenangnya adalah operator yang telah menguasai infrastruktur. "Mereka yang hanya mengandalkan infrastruktur mitra bisnisnya, rasanya sulit bisa mengejar. Karena itu, Indosat sangat yakin, potensi pasar yang ada saat ini bisa diperolehnya dengan mudah, terlebih banyaknya produk inovatif yang langsung diterima konsumen," katanya. Lagi pula, katanya, pasar seluler dalam negeri saat ini baru sekitar 27 persen terserap dari 200 juta jiwa lebih penduduk Indonesia. Katakanlah yang berpotensi menggunakan telepon seluler 50 persen, ujarnya, berarti masih sangat besar pasar yang belum tergarap.
Jadi, kalau di tahun 2007 ini Indosat ngotot menggelar jaringan hingga ke seluruh pelosok ibu kota kabupaten, itu karena pasar potensial memang berada di kawasan itu. Dikuasainya jaringan hingga ibu kota kabupaten, maka dengan sendirinya, seluruh kecamatan akan ter-coverage. Itu sekaligus sebagai bukti bahwa Indosat selalu unggul dalam setiap persaingan. (Syamsuri S)

D. KEUNGGULAN
Ada keunggulan Indosat yang sulit diikuti pesaingnya, yaitu ketika yang lain lagi sibuk melakukan edukasi 3G untuk panggilan video dan menonton televisi di ponsel, Indosat mengambil celah menawarkan layanan internet kecepatan tinggi pada high speed downlink packet access (HSPDA) atau 3,5G. Layanan 3,5G telah terpasang pada seluruh jaringan Node B yang digelar maupun akses data dan internet dengan kecepatan supertinggi di kelasnya, 3,6 Mbps atau sekitar 9 kali lebih cepat dari layanan 3G umumnya, sehingga pelanggan dapat menikmati akses data di negeri ini dengan cepat dan mudah. Akses data yang memanfaatkan 3,5G ini bukan saja menyenangkan para pelanggan, tapi juga mampu mendongkrak pendapatan perusahaan. Apalagi keunggulannya itu tidak hanya dapat diakses pelanggan corporate, tapi juga personal yang memanfaatkan warung Internet (warnet). Kehebatan Indosat menjaring pasar lewat 3G ini, didukung oleh 100 persen jaringannya dilengkapi teknologi HSDPA atau 3,5G. Karenanya, tidak berlebihan kalau Indosat yakin di akhir 2007, bakal meraih lebih dari 100 ribu pelanggan menggunakan layanan broadband data. Sebagaimana diungkapkan SVP Integrated Marketing Indosat, Guntur Siboro, belum lama ini, setidaknya teknologi itu akan diterapkan di setiap kota. Dia bahkan meyakinkan, hingga akhir Maret 2007 saja 10 kota akan dibangun 100 Node B dan menyiapkan minimal 2 E1 agar link tetap bagus dan tidak putus.
Indosat menggunakan teknologi HSDPA yang memungkinkan menarik data dalam kecepatan yang lebih tinggi atau sekitar 3,6 gigabite per detik (Gbps), untuk menggelar layanan broadband wireless access (BWA). Soal tarif? Indosat berani bersaing, bahkan dipastikan lebih murah. Malah selama promosi Indosat menawarkan dua tarif layanan BWA, yaitu Rp 130 ribu per bulan untuk kapasitas 1 GB lebih murah dari tarif normalnya yang sebesar Rp 350 ribu per bulan. Sedangkan untuk kapasitas 2,5 GB sebesar Rp 275 ribu per bulan.
E. PRESTASI YANG DICAPAI
Menangkan 19 Penghargaan
INDOSAT RAIH THE BEST CONTACT CENTER INDONESIA 2010 - Sebagai pengakuan terhadap layanan Contact Center kepada pelanggan, kembali Indosat mengukir prestasi dengan meraih penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2010. Tampak dalam gambar, Gatot S. Dewabroto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo (kanan) saat menyerahkan penghargaan Excellence Achievement kepada Gamareza R. Gandjar, Group Head Customer Service Indosat (2 dari kanan) di Jakarta (28/5)
            Jakarta, 31 Mei 2010 – Kembali mengukir prestasi di tahun 2010, Indosat berhasil meraih 19 penghargaan untuk layanan Contact Center-nya dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2010. The Best Contact Center Indonesia merupakan apresiasi bagi para praktisi contact center terbaik Indonesia bagi individu dan korporat yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA), yang digelar pada akhir pekan lalu (28/05)  di Jakarta dan dihadiri oleh Gatot S. Dewabroto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo mewakili Menkominfo. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi masyarakat kepada Indosat dan wujud komitmen kami untuk terus memberikan layanan berkualitas bagi pelanggan. Penghargaan ini juga semakin memotivasi segenap karyawan Indosat dalam memberikan pelayanan prima atau service excellence, sehingga dapat memberikan layanan dan manfaat lebih bagi pelanggan dengan didukung oleh teknologi, sumber daya manusia, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik”, demikian disampaikan Adita Irawati, Group Head Corporate Communications Indosat. Dalam ajang kompetisi contact center ini, Indosat meraih 5 Award untuk kategori korporat dan 14 Award untuk kategori Individu.
Penghargaan untuk Indosat kategori korporat :
  1. Platinum Award – Excellence Achievement
  2. Platinum – The Best Team Work Contact Center
  3. Gold Award - The Best HR Retention Above 100 seat
  4. Gold Award - The Best Video Contact Center
  5. Silver Award – The Best Technology Innovation
  6. Silver Award – The Best Business Contribution
Penghargaan untuk Indosat kategori individu :
  1. Platinum dan Gold Award –The Best Back Office Operation
  2. Platinum, Gold & Silver Awward – The Best Agent Inbound
  3. Platinum & Bronze Award –  The Best Supervisor Above 100 seat
  4. Platinum & Silver Award – The Best Agent Outbound
  5. Gold & Bronze Award – The Best Agent Quality Assurance
  6. Gold Award – untuk The Best Team Leader
  7. Silver dan Bronze Award –The Best Back Office Support
Penilaian diberikan oleh juri-juri dan praktisi-praktisi call center serta akademisi dari berbagai universitas terkemuka, dari masing-masing perusahaan peserta, juri independen, serta juri internasional yang berasal dari APCCAL ( Asia Pacific  Contact Center Association Leader ) , CCMA Australia, CCAM Malaysia dan CCNCA China. Berkat prestasi Indosat pada tahun 2009, Indosat dipilih sebagai salah satu Contact Center terbaik yang akan mewakili pada kegiatan EXPO APCCAL di Bali bulan oktober mendatang. Penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2010 Award merupakan penghargaan ke-2 yang diterima Indosat dalam bidang Customer Service di tahun 2010 ini. Sebelumnya, Indosat berhasil meraih Excellence Performance dalam The 6th Call Center Award 2010 for Service Excellence untuk kategori Telekomunikasi yang diselenggarakan oleh Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL) yang bekerja sama dengan majalah Marketing.
 Program Peningkatan Infrastruktur Pelayanan Pelanggan Indosat dilakukan melalui pengembangan Interactive Voice Response, peningkatan Accessibility Contact Center Pra Bayar, pengembangan dan implementasi Integrated CRM Application atau I-Care dan standarisasi tampilan baru Galeri Indosat.
            Di tahun 2010, Indosat mencanangkan program “Service Kuat” untuk Contact Center-nya dengan layanan yang lebih diarahkan pada retensi pelanggan seperti Personal Service pelanggan premium,  win back, cross sell, voice call back dan lain-lain. Saat ini Indosat memiliki lebih dari 1000 Customer Service Representatives Contact Center yang terbagi kedalam beberapa saluran antara lain prepaid, postpaid ataupun outlet. Berbagai program juga dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas serta memotivasi Customer Service Representatives, antara lain melalui people intensive management program berupa training, sharing knowledge, performance management, reward and recognition dan program pengembangan motivasi lainnya secara rutin dan terprogram. 
F. INDOSAT TERBITKAN OBLIGASI
Unit usaha PT Indosat Tbk, melaksanakan book building pada tanggal 12 Mei 2010, terkait dengan penerbitan obligasi bertenor 10 tahun senilai US$800 juta. Penerbitan obligasi berkisar US$750 juta-US$800 juta. Namun, nilainya bisa meningkat jika permintaan besar. Separuh dari penerbitan obligasi digunakan  untuk pembiayaan kembali utang, sedangkan selebihnya untuk membiayai belanja modal. Obligasi berdenominasi dolar AS Indosat mengantongi peringkat Bal dari Moodys Investors Service dan BB dari lembaga pemeringkat Standard Poors.
Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko Tirtotjondro mengatakan perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$550 juta-US$700 juta pada tahun ini. Laba usaha Indosat per 31 Manet 2010 anjlok 29,4% dari Rp 1,06 triliun menjadi Rp746 miliar. Pendapatan usaha naik 2,6% dari Rp4,62 triliun menjadi Rp4,73 triliun, dibarengi dengan kenaikan beban usaha sebesar 12% dari Rp3,56 triliun pada akhir Maret 2009 menjadi Rp3,98 triliun.
Beban usaha naik terutama disebabkan oleh meningkatnya beban depresiasi dan amortisasi. Akibatnya, margin usaha Indosat tergerus dari 22,73% jadi 15,76%. Meski begitu, laba bersih Indosat melonjak 132,6% dari RpH9,5 miliar menjadi Rp278 miliar menyusul keuntungan selisih kurs sebesar Rp359,12 miliar dari sebelumnya mencatat rugi kurs Rp467,17 miliar.


Senerai Pustaka :